Sekitar tahun 1900
1900 Brownie : Kodak memperkenalkan Brownie, kamera dengan
harga murah dan teknologi yang sederhana sehingga fotografi semakin dikenal
masyarakat. Hal ini memungkinkan siapa pun untuk menjadi fotografer, dan kamera
ini menjadi salah satu kamera yang paling populer di abad ke-20.
1902 Edward Weston (USA) : di usianya yang ke-16 tahun, ayahnya
memberinya kamera Kodak Bulls-Eye # 2 dan ia mulai memotret di peternakan
bibinya dan di taman-taman Chicago. Ini adalah langkah pertama dalam karir
Weston untuk menjadi salah satu fotografer paling produktif di Amerika. Karya
Weston keluar dari pakem yang ada. Weston menggunakan fotografi untuk
menunjukkan struktur/pola dasar dari suatu objek, menyatukan pemikiran yang rasional
dan perasaan yang subjektif. Bagi Weston, "the thing it self" (apa
adanya dari sesuatu), bukan rekaan di depan kamera, itulah inti dari sesuatu
tersebut.
1904 Lewis Hine (USA) : Antara tahun 1904 sampai 1909 telah
mengambil lebih dari 200 foto. Dia adalah seorang fotografer yang mengabadikan
perubahan sosial, ia mendokumentasikan masuknya imigran dari luar Amerika
melalui Ellis Island, daerah kumuh di kota New York dan menjadi pengacara untuk
penyusunan undang-undang pekerja anak. Disewa oleh Komite Pekerja Anak Nasional
AS pada tahun 1909 untuk memotret anak-anak yang bekerja di tambang batu bara.
1907 Margaret Bourke-White
(USA) : Di usia 22 tahun, ia
pindah ke Eropa untuk membantu dan menjadi model bagi Man Ray. Selama waktu
itu, secara kebetulan dia mengenal 'efek solarisasi' yang digunakan Man Ray.
Dia kemudian ditugaskan oleh Angkatan Darat AS untuk memotret kamp-kamp
konsentrasi, dan juga menjadi kontributor majalah Vogue. (D. 1971)
1907 Autochrome plate : Foto berwarna pertama, diperkenalkan oleh kakak
beradik Lumiere dari Perancis. Metode ini terinspirasi dari tepung kentang yang
jika dilihat pada mikroskop akan terlihat butir-butir berwarna seperti mosaik
yang nantinya berfungsi sebagai filter warna pada kamera yang dibuat
menggunakan lempengan kaca dan diletakkan berhadapan dengan lensa. Filter warna
ini akan mencampur warna saat cahaya masuk ke kamera sehingga didapat foto
dengan warna yang sesuai dengan warna asli objek. Foto dengan metode Autochromes
terbukti mempunyai warna dan detail yang sesuai dengan kondisi objek.
1913 Leica established : Leica memproduksi foto dengan format 35mm.
Kamera komersial pertama, The Leica I, menjadi terkenal di pasaran di tahun
1924.
1914 Eugene Atget (France) : (lahir sebagai anak yatim pada tahun
1857) Mendapatkan pengakuan di Paris sebagai Art Photographer (fotografer seni),
yang mengabadikan kota Paris dan penduduknya dalam foto. Pada saat kematiannya
pada tahun 1927, ia meninggalkan 2.000 negatif film pada lempeng kaca berukuran
8x10, dan lebih dari 10.000 foto.
1917 Hannah Hoch (Germany) : Mulai terlibat dalam grup Berlin DADA yaitu suatu gerakan seni di
Eropa yang merupakan reaksi dari Perang Dunia I. Honc menjadi satu-satunya
wanita di grup tersebut. Dia membuat
karya photo-montage (seni fotografi yang dihasilkan dengan memotong
dan menempel beberapa foto lain sehingga menjadi sebuah composit photograph
berupa karya foto yang sama sekali baru).
1923 Richard Avedon (USA) born
: Dia menjadi
fotografer Amerika yang paling menonjol dan dihormati di paruh kedua abad
ke-20.
1929 An American Place : Studio yang didirikan
oleh Alfred Stieglitz, di New York. Dia mengubah fotografi dari proses mekanis
menjadi bentuk seni yang sejajar dengan melukis atau mematung.
1930 Leni Riefenstahl (Germany)
: Menyutradarai film Triumph des Willens ("Triumph
of the Will") dan Olympia yang menjadi perhatian dunia dan menerima
banyak pujian. Dikenal sebagai "Ibu Dokumenter (Mother of the Documentary)",
karya foto dan filmnya dipuji karena berciri khas penuh nuansa propaganda.
Kontroversi seputar namanya bahkan berlangsung sampai hari ini. Apakah dia
seorang simpatisan Nazi atau pembuat film dokumenter ? Dia mengaku sebagai
pekerja seni, tapi ia juga mengatakan dalam bukunya, "Hinter den Kulissen
des Reichsparteitag Films", bagaimana dia membantu merencanakan konvensi
Partai Nazi di Nuremberg tahun 1934 dengan membuat film yang efektif untuk
mempengaruhi pemikiran penontonnya. Mungkin, kontribusinya yang paling besar di
bidang fotografi adalah dengan foto dan filmnya yang berciri propaganda bisa mendorong
timbulnya diskusi-diskusi tentang keterkaitan antara seni dan masyarakat dan
selanjutnya antara seni dan politik.
1931 Strobe Photography : Pengembangan fotografi strobe (fotografi yang
menggunakan cahaya buatan) oleh Harold ("Doc") Edgerton (dikenal juga
sebagai Papa Flash) di MIT. Cabang fotografi ini akhirnya mengarah ke flash
fotografi modern.
1932 Photoelectric cell : Pembuatan light meter (alat
untuk mengukur intensitas cahaya) yang menggunakan photoelectric cell.
1932 Group f/64 founded : Edward Weston, Ansel
Adams, Willard Van Dyke, John Paul Edwards, dan Imogen Cunningham membentuk Grup
f/64. Mereka mengambil nama dari pengaturan aperture (besaran bukaan lensa yang
mengatur cahaya yang masuk ke kamera) yang mereka sukai, yang merupakan bukaan
lensa terkecil pada saat itu. Grup tersebut berkembang terus sampai tahun 1935,
setelah itu grup f/64 berkembang menjadi West Coast School yang merupakan
sekolah yang mengajarkan ilmu fotografi.
1935 Farm Security
Administration : Didirikan Farm
Security Administration (departemen di pemerintahan yang mengurusi pemukiman
penduduk, dikenal sebagai Resettlement Administration sampai tahun 1937). Salah
satu tugas FSA adalah membuat dokumentasi bergambar tentang kondisi kehidupan di
pedesaan dan di kota kecil. Roy Stryker yang bekerja pada FSA bertugas
mengelola bidang sejarah. Stryker meminta Walker Evans, Dorothea Lange, Arthur
Rothstein, et al. untuk memotret kesulitan warga di pedesaan selama enam tahun.
Stryker menunjuk fotografer Arthur Rothstein untuk menyusun pedoman teknis dan
estetika untuk mengkampanyekan FSA melalui foto-foto. Setelah itu, Stryker menunjuk
fotografer Carl Mydans untuk melanjutkan pekerjaan Arthur Rothstein (sampai
musim panas 1936), dilanjutkan fotografer Walker Evans (sampai dengan September
1937) dan Dorothea Lange (hingga 1942).
1935 Kodachrome : Kodak memperkenalkan Kodachrome, film
transparansi positif warna pertama, yang juga mengarah ke gambar bergerak
(movie) berwarna. Kodachrome menjadi film slide warna terbaik sampai tahun
1990-an.
1935 WPA (Works Progress
Administration) : WPA dibentuk oleh
Roosevelt Administrasi terdiri dari fotografer terkenal di era Dorothea Lange
(1895 - 1965) dan Walker Evans (USA) (1903 -1975) (USA)
1936 Life : Majalah Life (Life Magazine) diterbitkan
pertama kali. Majalah Life adalah majalah yang lebih mengedepankan gambar/foto
dibanding majalah lainnya yang terbit di abad ke-20.
1937 Lisette Model : Lahir di Austria, memulai usaha fotografinya sejak tahun 1937 yang menuntunnya membuat sebuah pameran di Museum Modern Art di New York tahun 1940. Bekerja untuk Hapers Bazaar (1941-1953) dan juga mengajar fotografi di NYC (1951-1982), salah satu muridnya adalah Diane Arbus.
Diane Arbus (USA) born 1923 : Mempelajari fotografi saat bekerja pada Lisette Model, kemudian menjadi fotografer terkenal yang mengkhususkan diri dalam foto Portraits (foto yang menjadikan manusia sebagai objeknya) di New York City, mengadakan pameran di Museum Modern Art di New York, kemudian mengajar fotografi di Parsons, Cooper Union, dan RISD. Dia dikenal karena ikut mendokumentasikan kehidupan masyarakat Amerika di pinggiran disaat banyak fotografer lain tidak bersedia melakukannya. Meninggal karena bunuh diri pada tahun 1971.
1940 Ansel Adams (USA) : Bersama Fred Archer membuat Sistem Zona (The Zone System), yaitu metode
yang sangat tepat dalam pengaturan cahaya (exposure), pemrosesan foto dengan
bahan kimia (development), dan pencetakan foto hitam putih (black and whita
photo). Foto epiknya tentang Amerika Barat - terutama Taman Nasional Yosemite –
menunjukkan keindahan Amerika pada seluruh dunia.
1942 Kodacolor : Kodak memperkenalkan Kodacolor, film negatif
warna pertama, yang memudahkan pencetakan foto warna.
1942 Lee Miller (USA) : Fotografer pertama yang mengabadikan
“kehidupan”, dan pada tahun 1942 menjadi Fotografer resmi pertama untuk US Army
Air Corps di mana ia menjadi jurnalis foto di Perang Dunia II dan Perang Korea.
Dia juga menjadi wanita pertama yang terbang dalam misi pengeboman, yang
terjadi di Afrika Utara.
1943 Russian Galina Sankova : Seorang jurnalis Rusia, membuat foto
anak-anak Rusia di kamp-kamp konsentrasi Jerman selama Perang Dunia II, yang
dibukukan dengan judul "On the Trail of Horror". Menjadi salah satu
Fotografer Wanita Rusia yang paling terkenal di masa itu.
1946 Freestyle : Freestyle didirikan oleh Sam Fatman dan
Irving Resch di New York, yang menjual kelebihan persediaan film milik militer
di perang dunia II. Setelah pindah ke Los Angeles, Freestyle sampai hari ini tetap
menawarkan produk fotografi lengkap bernilai tinggi.
1947 Magnum Photos : Henri Cartier-Bresson, Robert Capa, dan David
Seymour memulai “Magnum Photos” yaitu tempat bagi fotografer untuk memamerkan
karyanya.
Henri Cartier-Bresson (France) born
1908 : Dianggap sebagai
salah satu fotografer besar pada zamannya, Henri Cartier-Bresson berwarga
negara Prancis yang membawa "snap shooting (proses pengambilan foto)” ke
tingkatan seni yang tinggi. Kemampuannya untuk menangkap "the decisive
moment (saat yang menentukan)" dan kemampuan untuk melihat pola yang
menarik, sangat tajam. Selalu bekerja keras, dan pemikiran-pemikirannya tentang
teori dan praktek fotografi membuatnya menjadi tokoh legendaris di kalangan
jurnalis foto kontemporer.
Robert Capa (Hungary) born
1913 : Salah satu pelopor fotografi
modern dibidang fotografi politik dan perang, Capa mendapat ketenaran di
seluruh dunia untuk fotonya tentang seorang prajurit dengan posisi hampir jatuh
karena tertembak di Perang Saudara Spanyol. Beberapa foto dari Omaha Beach
menjadi foto klasik dari D-Day. Capa turut mendirikan Photo Agency Magnum pada
1947. Dia meninggal karena menginjak sebuah ranjau darat di Indochina pada
tahun 1954.
1948 Edwin Land (USA) : Dr. Edwin Land mengenalkan kamera
Polaroid yaitu kamera yang dapat melakukan proses pencetakan foto sendiri.
1954 Minor White : Mempublikasikan Majalah Aperture yang
pertama.
1954 Tri-x : Kodak memperkenalkan “Tri-x” yaitu film high
speed (film yang tingkat sensitifitasnya terhadap cahaya sangat tinggi) B &
W pertama. Sampai saat ini, film ini masih digunakan karena sifatnya yang
fleksibel, mudah digunakan dan hasil cetakan fotonya bernuansa klasik.
1955 "Family of Man": Pameran foto "Family of Man" dirancang
oleh Edward Steichen (USA) dan sekaligus bertindak sebagai kurator foto. Pameran
tersebut menampilkan foto-foto selama perang dunia kedua dengan sentuhan seni
yang tinggi.
1959 Nikon : Nikon memperkenalkan Nikon seri F, kamera
dengan sistem SLR pertama (SLR : Single-lens
reflex adalah kamera
yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal
untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan
Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui
kamera yang sama persis seperti hasil fotonya). Nikon seri F menjadi standar untuk fotografi
SLR.
1963 Man Ray (Emmanuel
Radnitzky) (USA) : Menerbitkan autobigrafi
berjudul “Self Portrait”. Lahir di Philadelphia, Pennsylvania, Man Ray dikenal
sebagai fotografer avant garde (orang atau karya yang inovatif terutama dalam
bidang seni, budaya dan sosial masyarakat) dan menjadi pelopor fotografi
surealis (karya fotografi yang melampui batas logika).
1963 Instant Film : Instan film warna pertama diperkenalkan oleh
Polaroid.
1972 110-format film : Film format 110 dan kameranya diperkenalkan oleh Kodak dengan
ukuran 13x17mm. Format ini tetap populer sampai tahun 1980-an.
1973 C-41 : Diperkenalkan proses C-41 negatif film
warna (pencetakan foto warna), menggantikan C-22.
1973 One-step : SX-70, kamera instan pertama yang dijual
oleh Polaroid.
1975 E-6 Slide Processing : Diperkenalkan proses E-6 (pencetakan
foto warna).
1975 First Digital Camera : Steven J. Sesson dari Eastman Kodak
Company mendesain kamera digital pertama, dengan bobot hamper 4kg. Resolusi 0.1
megapixel. Gambar akan muncul di monitor setelah 23 detik setelah pengambilan
gambar.
Source : First Digital Camera
1977 Konica C35 AF : Kamera autofocus pertama.
1977 Cindy Sherman (USA) : Karyanya yang berjudul "Untitled Film Stills", yang dikerjakan tahun 1977 - 1980, menaikkan
pamornya. Merupakan seri foto yang paling terkenal yang memuat potret diri (self
potret) di abad ke-20.
1981 Ansel Adams : Ansel Adams mendapatkan Oriental Paper B&W
dari Freestyle. Kemudian dia memperkenalkan produk ini sebagai kertas yang
bagus pada Amerika. Freestyle terus memberikan penawaran unik, mereka mengklaim
bahwa produknya bernilai tinggi bagi seorang fotografer kreatif.
1984 Canon : Mendemontrasikan kamera digital pertama,
membuka pintu ke era baru fotografi.
1985 Minolta : Minolta memasarkan kamera SLR autofocus
pertama (di Amerika dikenal dengan sebutan “Maxxum”).
1986 Arista : Arista line of Paper and Film yang
dikembangkan oleh Freestyle, menjadi pemasok utama fotografi B&W.
1990 Adobe Photoshop Released : Release versi pertama dari Adobe
Photoshop, yang melahirkan proses kamar gelap secara digital.
1992 PhotoCD : Kodak memperkenalkan PhotoCD (sistem
yang dirancang oleh Kodak untuk menyimpan foto secara digital dalam CD).
Sekitar tahun 2000
2002 Arista.EDU : Arista.EDU diperkenalkan oleh Freestyle
sebagai kertas B&W dengan harga murah tapi berkualitas tinggi.
2005 Agfa : AGFA yang merupakan perusahaan fotografi
besar di Jerman mengalami kebangkrutan.
2005 Arista.EDU Ultra and
Arista II : Arista.EDU Ultra
and Arista II diterbitkan.
2006 Varycon, Slavich : Freestyle memperkenalkan pada Amerika, Varycon
and Slavich B & W paper, dari kroasia dan Rusia, secara berurutan.
2007 Forte : Pabrik kertas & film
dari Hungaria mengalami kebangkrutan.
Source : Timeline Fotografi



























bagus sekali infonya kak
BalasHapuskapasitas produksi excavator pc 200