Kamis, 23 Maret 2017

Sejarah Jus


Beberapa bukti awal yang menunjukkan bahwa manusia membuat "jus/juice" (buah atau sayuran yang di extraksi atau ditekan sehingga keluar cairan alami yang dikandungnya) untuk kesehatan adalah dari naskah laut mati yang ditulis 150 SM sampai 70 M. Dijelaskan dalam naskah tesebut bahwa "buah delima dan buah ara yang ditumbuk" akan menghasilkan "kesehatan dan kecantikan".


Diduga, pada saat itu, jus telah dibuat menggunakan alat semacam alu apotek dan gilingan kemudian diperas/disaring. Banyak budaya di dunia yang menggunakan rempah-rempah dan tumbuhan bahkan kombinasi keduanya untuk membuat ramuan yang bagus untuk kesehatan. Di Korea, jus hijau menjadi bagian dari ritual untuk penyembuhan.
1920 Max Gerson seorang ilmuwan Jerman mengembangkan terapi menggabungkan diet vegetarian dan jus dari bahan segar. Karyanya masih dipelajari dan dikembangkan saat ini di Gerson Institute.
1936 Dr Norman Walker menerbitkan buku tentang Jus sayuran. Juicer dengan merk Norwalk adalah hasil dari buku ini dan menjadi Juicer yang mendunia. Lebih dari tujuh puluh tahun Dr Walker mempelajari makanan sehat dan mengembangkan cara terbaik untuk mendapatkan gizi adalah dengan lebih banyak memakan makanan mentah dan jus yang disebutnya "Living Food".  Norwalk juicer masih tersedia sampai saat ini, cara kerjanya dengan terlebih dahulu mencacah buah atau sayur, kemudian cacahan tersebut ditempatkan disuatu wadah kasa dan di tekan dari atas (pres) untuk mengeluarkan cairannya. Dr Walker hidup sampai usia 118 tahun !

1954 Munculnya Champion Juicer merupakan masticating juicer pertama. Masticating Juicer menggunakan alat serupa bor untuk memproses bahan makanan, kerja motornya lambat, tapi mampu menjaga enzim yang dikandung bahan makanan sehingga menghasilkan juice yang pekat, serta bisa langsung memisahkan antara cairan dan ampasnya. Hanya saja, juicer jenis ini mempunyai tabung yang kecil sehingga bahan makanan yang akan diproses harus dipotong kecil-kecil dan di tekan kedalam tabung menggunakan alat penekannya. Juicer ini bisa membuat jus dari hampir semua jenis sayuran.
1960 Dr. Bernard Jensen membuka Kampung Sehat (Health Ranch) di Escondido, California. Pasiennya datang dari seluruh dunia. Ditempat tersebut diajarkan tentang gizi yang benar, olahraga, udara segar, sinar matahari, istirahat yang cukup dan sikap yang positif untuk menghilangkan gejala penyakit kronis. Health Ranch saat ini dikenal dengan nama Bernard Jensen Internasional, menyebutkan bahwa terapi yang paling penting untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit adalah dengan memperbaiki nutrisi yang masuk ke tubuh.
1970 Jack Lalanne, seorang penggiat olahraga, ahli gizi dan motivator dari Amerika yang mendapat julukan "the godfather of fitness" mulai membahas manfaat jus dan kesehatan yang didapat dari bahan makanan segar, bukan makanan olahan. Dia menciptakan istilah " That's the power of the juice !" dan istilah tersebut menjadi pupuler.
1989 Jay Kordich, dikenal sebagai bapak jus sayuran, jus buah dan nutrisi, muncul untuk pertama kalinya di televisi pada iklan jus dan kemudian menerbitkan dua buku tentang jus. Dia mengajar seputar jus dan diet makanan segar.
1993 GreenPower Juicer diciptakan oleh Mr Kim dari Korea. Proses ekstraksi menggunakan dua roda gigi didasarkan pada kerja alu yang menekan (pres) sehingga keluar semua cairan alami dari buah dan sayuran, dan tidak ada nutrisi atau enzim yang hilang karena pisau berkecepatan tingginya bergerak secara sentrifugal (berputar).
1990 dan seterusnya Juicer menjadi sangat populer dan tersedia di banyak toko.
2000 Dr. Bernard Jensen menerbitkan buku Terapi Juice (Juice Therapy). Bertahun-tahun Dr. Jensen melakukan penelitian dan membuktikan bahwa jus buah dan sayuran adalah metode tercepat untuk memberi nutrisi ke dalam tubuh kita. Juga ditunjukkan efek dari jus yang luar biasa yaitu dapat meremajaan dan menyembuhkan tubuh.
2001 Jason Vale menulis buku pertamanya yang membicarakan manfaat yang didapatkan dari jus. Selama beberapa waktu, ia terus-menerus menulis buku tentang jus dan mempromosikan jus di media.
2009 Andrew dan Carol West mulai memperkenalkan penggunaan Jus yang dikombinasikan dengan perawatan usus secara hidroterapi (terapi yang menggunakan air sebagai medianya) yang diyakini dapat menghilangan racun (detox) selama 3 hari, di Spanyol. Proses ini begitu populer dan pasiennya berdatangan dari seluruh Eropa. Kemudian mereka membuka kelas Juicing and Nutritarian pertama di Eropa yang dikenal dengan nama Obsidian Retreat.
2010 The Mail on Sunday, The Times dan sejumlah majalah membuat ulasan tentang keberhasilan program di Obsidian Retreat dalam menangani pasien-pasiennya yang mempunyai penyakit seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi dll. Awalnya Obsidian Retreat hanya mempunyai villa dengan 5 kamar tidur kemudian berkembang menjadi hotel dengan 26 kamar dan sekarang Obsidian Retreat buka setiap hari. Mereka masih menggunakan diet jus nabati untuk menjaga kesehatan bahkan di beberapa kejadian dapat menyembuhkan penyakit yang diderita pasien.
2010 Joe Cross dan beberapa orang Australia yang ada di Amerika membuat sebuah film dokumenter 60 hari dengan judul “Fat, Sick and Nearly Dead” di bawah pengawasan Dr Joel Fuhrman, Direktur Nutrition Research Foundation. Cross hanya mengkonsumsi jus dan makanan nabati kaya serat, hasilnya berat badannya turun 100 pounds (sekitar 45 kg), selama itu dia juga menghentikan semua pengobatan kimia. Kemudian dia menjadi motivator dan pembicara jus dan diet makanan segar.
2013 Channel 5 di UK (United Kingdom) menayangkan “Fat, Sick and Nearly Dead” di televisi nasional. Inggris mencatat telah terjadi peningkatan penjualan juicer setelah tayangan tersebut bahkan beberapa pembeli harus masuk daftar tunggu. 

Source : Sejarah Jus

2 komentar: