Senin, 20 Maret 2017

Timeline Fotografi (3)

Sekitar tahun 1900
1900 Brownie : Kodak memperkenalkan Brownie, kamera dengan harga murah dan teknologi yang sederhana sehingga fotografi semakin dikenal masyarakat. Hal ini memungkinkan siapa pun untuk menjadi fotografer, dan kamera ini menjadi salah satu kamera yang paling populer di abad ke-20.


1902 Edward Weston (USA) : di usianya yang ke-16 tahun, ayahnya memberinya kamera Kodak Bulls-Eye # 2 dan ia mulai memotret di peternakan bibinya dan di taman-taman Chicago. Ini adalah langkah pertama dalam karir Weston untuk menjadi salah satu fotografer paling produktif di Amerika. Karya Weston keluar dari pakem yang ada. Weston menggunakan fotografi untuk menunjukkan struktur/pola dasar dari suatu objek, menyatukan pemikiran yang rasional dan perasaan yang subjektif. Bagi Weston, "the thing it self" (apa adanya dari sesuatu), bukan rekaan di depan kamera, itulah inti dari sesuatu tersebut.


1904 Lewis Hine (USA) : Antara tahun 1904 sampai 1909 telah mengambil lebih dari 200 foto. Dia adalah seorang fotografer yang mengabadikan perubahan sosial, ia mendokumentasikan masuknya imigran dari luar Amerika melalui Ellis Island, daerah kumuh di kota New York dan menjadi pengacara untuk penyusunan undang-undang pekerja anak. Disewa oleh Komite Pekerja Anak Nasional AS pada tahun 1909 untuk memotret anak-anak yang bekerja di tambang batu bara.

1907 Margaret Bourke-White (USA) : Di usia 22 tahun, ia pindah ke Eropa untuk membantu dan menjadi model bagi Man Ray. Selama waktu itu, secara kebetulan dia mengenal 'efek solarisasi' yang digunakan Man Ray. Dia kemudian ditugaskan oleh Angkatan Darat AS untuk memotret kamp-kamp konsentrasi, dan juga menjadi kontributor majalah Vogue. (D. 1971)

1907 Autochrome plate : Foto berwarna pertama, diperkenalkan oleh kakak beradik Lumiere dari Perancis. Metode ini terinspirasi dari tepung kentang yang jika dilihat pada mikroskop akan terlihat butir-butir berwarna seperti mosaik yang nantinya berfungsi sebagai filter warna pada kamera yang dibuat menggunakan lempengan kaca dan diletakkan berhadapan dengan lensa. Filter warna ini akan mencampur warna saat cahaya masuk ke kamera sehingga didapat foto dengan warna yang sesuai dengan warna asli objek. Foto dengan metode Autochromes terbukti mempunyai warna dan detail yang sesuai dengan kondisi objek.


1913 Leica established : Leica memproduksi foto dengan format 35mm. Kamera komersial pertama, The Leica I, menjadi terkenal di pasaran di tahun 1924. 


1914 Eugene Atget (France) : (lahir sebagai anak yatim pada tahun 1857) Mendapatkan pengakuan di Paris sebagai Art Photographer (fotografer seni), yang mengabadikan kota Paris dan penduduknya dalam foto. Pada saat kematiannya pada tahun 1927, ia meninggalkan 2.000 negatif film pada lempeng kaca berukuran 8x10, dan lebih dari 10.000 foto.

1917 Hannah Hoch (Germany) : Mulai terlibat dalam grup Berlin DADA yaitu suatu gerakan seni di Eropa yang merupakan reaksi dari Perang Dunia I. Honc menjadi satu-satunya wanita di grup tersebut. Dia membuat karya photo-montage (seni fotografi yang dihasilkan dengan memotong dan menempel beberapa foto lain sehingga menjadi sebuah composit photograph berupa karya foto yang sama sekali baru).


1923 Richard Avedon (USA) born : Dia menjadi fotografer Amerika yang paling menonjol dan dihormati di paruh kedua abad ke-20.

1929 An American Place : Studio yang didirikan oleh Alfred Stieglitz, di New York. Dia mengubah fotografi dari proses mekanis menjadi bentuk seni yang sejajar dengan melukis atau mematung.

1930 Leni Riefenstahl (Germany) : Menyutradarai film Triumph des Willens ("Triumph of the Will") dan Olympia yang menjadi perhatian dunia dan menerima banyak pujian. Dikenal sebagai "Ibu Dokumenter (Mother of the Documentary)", karya foto dan filmnya dipuji karena berciri khas penuh nuansa propaganda. Kontroversi seputar namanya bahkan berlangsung sampai hari ini. Apakah dia seorang simpatisan Nazi atau pembuat film dokumenter ? Dia mengaku sebagai pekerja seni, tapi ia juga mengatakan dalam bukunya, "Hinter den Kulissen des Reichsparteitag Films", bagaimana dia membantu merencanakan konvensi Partai Nazi di Nuremberg tahun 1934 dengan membuat film yang efektif untuk mempengaruhi pemikiran penontonnya. Mungkin, kontribusinya yang paling besar di bidang fotografi adalah dengan foto dan filmnya yang berciri propaganda bisa mendorong timbulnya diskusi-diskusi tentang keterkaitan antara seni dan masyarakat dan selanjutnya antara seni dan politik.

1931 Strobe Photography : Pengembangan fotografi strobe (fotografi yang menggunakan cahaya buatan) oleh Harold ("Doc") Edgerton (dikenal juga sebagai Papa Flash) di MIT. Cabang fotografi ini akhirnya mengarah ke flash fotografi modern.

1932 Photoelectric cell : Pembuatan light meter (alat untuk mengukur intensitas cahaya) yang menggunakan photoelectric cell.


1932 Group f/64 founded : Edward Weston, Ansel Adams, Willard Van Dyke, John Paul Edwards, dan Imogen Cunningham membentuk Grup f/64. Mereka mengambil nama dari pengaturan aperture (besaran bukaan lensa yang mengatur cahaya yang masuk ke kamera) yang mereka sukai, yang merupakan bukaan lensa terkecil pada saat itu. Grup tersebut berkembang terus sampai tahun 1935, setelah itu grup f/64 berkembang menjadi West Coast School yang merupakan sekolah yang mengajarkan ilmu fotografi.

1935 Farm Security Administration : Didirikan Farm Security Administration (departemen di pemerintahan yang mengurusi pemukiman penduduk, dikenal sebagai Resettlement Administration sampai tahun 1937). Salah satu tugas FSA adalah membuat dokumentasi bergambar tentang kondisi kehidupan di pedesaan dan di kota kecil. Roy Stryker yang bekerja pada FSA bertugas mengelola bidang sejarah. Stryker meminta Walker Evans, Dorothea Lange, Arthur Rothstein, et al. untuk memotret kesulitan warga di pedesaan selama enam tahun. Stryker menunjuk fotografer Arthur Rothstein untuk menyusun pedoman teknis dan estetika untuk mengkampanyekan FSA melalui foto-foto. Setelah itu, Stryker menunjuk fotografer Carl Mydans untuk melanjutkan pekerjaan Arthur Rothstein (sampai musim panas 1936), dilanjutkan fotografer Walker Evans (sampai dengan September 1937) dan Dorothea Lange (hingga 1942).

1935 Kodachrome : Kodak memperkenalkan Kodachrome, film transparansi positif warna pertama, yang juga mengarah ke gambar bergerak (movie) berwarna. Kodachrome menjadi film slide warna terbaik sampai tahun 1990-an.


1935 WPA (Works Progress Administration) : WPA dibentuk oleh Roosevelt Administrasi terdiri dari fotografer terkenal di era Dorothea Lange (1895 - 1965) dan Walker Evans (USA) (1903 -1975) (USA)

1936 Life : Majalah Life (Life Magazine) diterbitkan pertama kali. Majalah Life adalah majalah yang lebih mengedepankan gambar/foto dibanding majalah lainnya yang terbit di abad ke-20.


1937 Lisette Model : Lahir di Austria, memulai usaha fotografinya sejak tahun 1937 yang menuntunnya membuat sebuah pameran di Museum Modern Art di New York tahun 1940. Bekerja untuk Hapers Bazaar (1941-1953) dan juga mengajar fotografi di NYC (1951-1982), salah satu muridnya adalah Diane Arbus.

Diane Arbus (USA) born 1923 : Mempelajari fotografi saat bekerja pada Lisette Model, kemudian menjadi fotografer terkenal yang mengkhususkan diri dalam foto Portraits (foto yang menjadikan manusia sebagai objeknya) di New York City, mengadakan pameran di Museum Modern Art di New York, kemudian mengajar fotografi di Parsons, Cooper Union, dan RISD. Dia dikenal karena ikut mendokumentasikan kehidupan masyarakat Amerika di pinggiran disaat banyak fotografer lain tidak bersedia melakukannya. Meninggal karena bunuh diri pada tahun 1971.

1940 Ansel Adams (USA) : Bersama Fred Archer membuat Sistem Zona (The Zone System), yaitu metode yang sangat tepat dalam pengaturan cahaya (exposure), pemrosesan foto dengan bahan kimia (development), dan pencetakan foto hitam putih (black and whita photo). Foto epiknya tentang Amerika Barat - terutama Taman Nasional Yosemite – menunjukkan keindahan Amerika pada seluruh dunia.


1942 Kodacolor : Kodak memperkenalkan Kodacolor, film negatif warna pertama, yang memudahkan pencetakan foto warna.


1942 Lee Miller (USA) : Fotografer pertama yang mengabadikan “kehidupan”, dan pada tahun 1942 menjadi Fotografer resmi pertama untuk US Army Air Corps di mana ia menjadi jurnalis foto di Perang Dunia II dan Perang Korea. Dia juga menjadi wanita pertama yang terbang dalam misi pengeboman, yang terjadi di Afrika Utara.

1943 Russian Galina Sankova : Seorang jurnalis Rusia, membuat foto anak-anak Rusia di kamp-kamp konsentrasi Jerman selama Perang Dunia II, yang dibukukan dengan judul "On the Trail of Horror". Menjadi salah satu Fotografer Wanita Rusia yang paling terkenal di masa itu.

1946 Freestyle : Freestyle didirikan oleh Sam Fatman dan Irving Resch di New York, yang menjual kelebihan persediaan film milik militer di perang dunia II. Setelah pindah ke Los Angeles, Freestyle sampai hari ini tetap menawarkan produk fotografi lengkap bernilai tinggi.

1947 Magnum Photos : Henri Cartier-Bresson, Robert Capa, dan David Seymour memulai “Magnum Photos” yaitu tempat bagi fotografer untuk memamerkan karyanya.

Henri Cartier-Bresson (France) born 1908 : Dianggap sebagai salah satu fotografer besar pada zamannya, Henri Cartier-Bresson berwarga negara Prancis yang membawa "snap shooting (proses pengambilan foto)” ke tingkatan seni yang tinggi. Kemampuannya untuk menangkap "the decisive moment (saat yang menentukan)" dan kemampuan untuk melihat pola yang menarik, sangat tajam. Selalu bekerja keras, dan pemikiran-pemikirannya tentang teori dan praktek fotografi membuatnya menjadi tokoh legendaris di kalangan jurnalis foto kontemporer.

Robert Capa (Hungary) born 1913 : Salah satu pelopor fotografi modern dibidang fotografi politik dan perang, Capa mendapat ketenaran di seluruh dunia untuk fotonya tentang seorang prajurit dengan posisi hampir jatuh karena tertembak di Perang Saudara Spanyol. Beberapa foto dari Omaha Beach menjadi foto klasik dari D-Day. Capa turut mendirikan Photo Agency Magnum pada 1947. Dia meninggal karena menginjak sebuah ranjau darat di Indochina pada tahun 1954.


1948 Edwin Land (USA) : Dr. Edwin Land mengenalkan kamera Polaroid yaitu kamera yang dapat melakukan proses pencetakan foto sendiri.




1954 Minor White : Mempublikasikan Majalah Aperture yang pertama.

1954 Tri-x : Kodak memperkenalkan “Tri-x” yaitu film high speed (film yang tingkat sensitifitasnya terhadap cahaya sangat tinggi) B & W pertama. Sampai saat ini, film ini masih digunakan karena sifatnya yang fleksibel, mudah digunakan dan hasil cetakan fotonya bernuansa klasik.


1955 "Family of Man":  Pameran foto "Family of Man" dirancang oleh Edward Steichen (USA) dan sekaligus bertindak sebagai kurator foto. Pameran tersebut menampilkan foto-foto selama perang dunia kedua dengan sentuhan seni yang tinggi.

1959 Nikon : Nikon memperkenalkan Nikon seri F, kamera dengan sistem SLR pertama (SLR : Single-lens reflex adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya). Nikon seri F menjadi standar untuk fotografi SLR.


1963 Man Ray (Emmanuel Radnitzky) (USA) : Menerbitkan autobigrafi berjudul “Self Portrait”. Lahir di Philadelphia, Pennsylvania, Man Ray dikenal sebagai fotografer avant garde (orang atau karya yang inovatif terutama dalam bidang seni, budaya dan sosial masyarakat) dan menjadi pelopor fotografi surealis (karya fotografi yang melampui batas logika). 


1963 Instant Film : Instan film warna pertama diperkenalkan oleh Polaroid.

1972 110-format film : Film format 110 dan kameranya diperkenalkan oleh Kodak dengan ukuran 13x17mm. Format ini tetap populer sampai tahun 1980-an.



1973 C-41 :  Diperkenalkan proses C-41 negatif film warna (pencetakan foto warna), menggantikan C-22.

1973 One-step : SX-70, kamera instan pertama yang dijual oleh Polaroid.


1975 E-6 Slide Processing : Diperkenalkan proses E-6 (pencetakan foto warna).

1975 First Digital Camera : Steven J. Sesson dari Eastman Kodak Company mendesain kamera digital pertama, dengan bobot hamper 4kg. Resolusi 0.1 megapixel. Gambar akan muncul di monitor setelah 23 detik setelah pengambilan gambar.



1977 Konica C35 AF : Kamera autofocus pertama.


1977 Cindy Sherman (USA) : Karyanya yang berjudul "Untitled Film Stills", yang dikerjakan tahun 1977 - 1980, menaikkan pamornya. Merupakan seri foto yang paling terkenal yang memuat potret diri (self potret) di abad ke-20.


1981 Ansel Adams : Ansel Adams mendapatkan Oriental Paper B&W dari Freestyle. Kemudian dia memperkenalkan produk ini sebagai kertas yang bagus pada Amerika. Freestyle terus memberikan penawaran unik, mereka mengklaim bahwa produknya bernilai tinggi bagi seorang fotografer kreatif.

1984 Canon : Mendemontrasikan kamera digital pertama, membuka pintu ke era baru fotografi.


1985 Minolta : Minolta memasarkan kamera SLR autofocus pertama (di Amerika dikenal dengan sebutan “Maxxum”).


1986 Arista : Arista line of Paper and Film yang dikembangkan oleh Freestyle, menjadi pemasok utama fotografi B&W.

1990 Adobe Photoshop Released : Release versi pertama dari Adobe Photoshop, yang melahirkan proses kamar gelap secara digital.

1992 PhotoCD :  Kodak memperkenalkan PhotoCD (sistem yang dirancang oleh Kodak untuk menyimpan foto secara digital dalam CD).


Sekitar tahun 2000
2002 Arista.EDU : Arista.EDU diperkenalkan oleh Freestyle sebagai kertas B&W dengan harga murah tapi berkualitas tinggi.

2005 Agfa : AGFA yang merupakan perusahaan fotografi besar di Jerman mengalami kebangkrutan.

2005 Arista.EDU Ultra and Arista II : Arista.EDU Ultra and Arista II diterbitkan.

2006 Varycon, Slavich : Freestyle memperkenalkan pada Amerika, Varycon and Slavich B & W paper, dari kroasia dan Rusia, secara berurutan.

2007 Forte : Pabrik kertas & film dari Hungaria mengalami kebangkrutan.


1 komentar: