Rabu, 21 Juni 2017

Kenapa Vegetarian Tidak Makan Marshmallow ?


PAM MURPHY

Seorang vegetarian hanya mengkonsumsi bahan makanan yang berasal dari tumbuhan, menghindari semua produk hewani, kecuali orang yang menjalani diet pesco vegetarian yang masih mengkonsumsi ikan dan diet pollo vegetarian yang masih mengkonsumsi unggas. Variasi diet lainnya masih mengkonsumsi telur atau olahan susu atau keduanya, tetapi menghilangkan semua jenis daging, unggas atau ikan. Marshmallow, bagaimanapun, biasanya mengandung bahan yang terbuat dari produk hewani yang umumnya terlarang untuk semua jenis diet vegetarian.

Gelatin
Gelatin adalah bahan yang biasa digunakan untuk membuat permen dengan tekstur kenyal, yoghurt dan es krim, dan juga digunakan untuk membuat marshmallow. Gelatin berasal dari protein hewani, yang diproduksi dalam skala besar di Amerika Serikat. Gelatin terutama berasal dari kulit babi serta tulang dan kulit sapi ditambah sedikit (dalam persentase kecil) tulang dan kulit ikan, menurut situs Vegetarian Resource Group.

Kosher Gelatin
Selain gelatin yang dibuat dari sumber non hewani, misalnya dari rumput laut, kosher gelatin (kosher : penetapan hukum makanan menurut agama Yahudi) dibuat dari tulang ikan, dan / atau daging sapi atau kulit babi, seperti yang tertulis di website Vegetarian Resource Group, dijelaskan juga bahwa hukum kosher sangat kompleks, ada kalanya tulang dan kulit yang digunakan dalam produksi kosher gelatin dianggap pareve (penetapan hukum makanan/minuman dalam kosher tapi yang tidak mengandung susu ataupun daging). Karena itu biasanya boleh juga membuat kosher gelatin dari olahan susu.

Alternatif
Meskipun marshmallow biasanya mengandung gelatin dari bahan non-vegetarian, marshmallow vegetarian sudah tersedia dipasaran. Baca daftar bahan baku marshmallow dan cari label vegetarian atau vegan. Bertanyalah pada produsen jika Anda tidak yakin tentang bahan-bahannya. Pilihan lainnya adalah dengan membuat marshmallow sendiri, menggunakan agar-agar (rumput laut).

Produk Lain Yang Perlu Diperhatikan
Produk lain yang biasanya menggunakan gelatin adalah beberapa produk olahan susu seperti krim asam (sour cream), yogurt dan es krim, selain itu makanan penutup seperti puding, serta obat berbentuk tablet dan kapsul, menurut situs Gelatin Manufacturers Institute of America. Seperti halnya dengan marshmallow, keju yang mengandung rennet (Rennet mengandung enzim proteolytic – protease - yang memisahkan susu menjadi bagian padat dan cair.) juga menjadi perhatian untuk vegetarian. Rennet terbuat dari bagian perut sapi muda, menghasilkan beberapa jenis keju non-vegetarian, menurut situs Vegetarian Resource Group.


Senin, 05 Juni 2017

Sejarah Panjang Yang Manis dari Marshmallow

ISTOCK

Kenyal, manis, dan menggelembung karena udara, marshmallow adalah permen yang mudah kita temukan dipasaran (dan rasanya lezat). Ternyata, permen yang sering dipanggang di api unggun ini berasal dari ribuan tahun yang lalu dari bahan-bahan sederhana.
Dimulai dengan fakta bahwa marshmallow sebenarnya adalah tumbuhan. Kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia Barat, Althaea officinalis  tumbuh setinggi enam kaki (sekitar 1.8 m) dan mempunyai bunga berwarna ungu terang. Salah satu jenis tumbuhan mallow, hidup di tempat basah atau di daerah rawa (marshy) -  kemudian disebut : "marsh (rawa)" dan "mallow."


Sekitar awal abad ke-9 SM, orang-orang Yunani menggunakan marshmallow untuk menyembuhkan luka dan meredakan sakit tenggorokan. Minyak padat (balm) yang terbuat dari getah tanaman marshmallow sering digunakan untuk mengobati sakit gigi dan luka akibat sengatan lebah. Abad-abad berikutnya ditemukan lebih banyak lagi jenis obat yang bisa dibuat dari tanaman marshmallow : dokter dari Arab membuat obat berbentuk cairan kental dari daun muda marshmallow yang digunakan sebagai obat radang. Bangsa Romawi menemukan bahwa marshmallow bekerja dengan baik sebagai pencahar, sementara banyak peradaban lain yang menyatakan bahwa marshmallow mempunyai efek buruk untuk libido. Pada Abad Pertengahan, marshmallow digunakan untuk mengobati semua penyakit dari sakit perut hingga masuk angin dan insomnia (susah tidur).

Althaea officinalisMelanie Shaw via Flickr // CC BY-ND 2.0

Bangsa Mesir Kuno yang pertama kali membuat makanan manis (permen) dari tanaman marshmallow, ketika mereka mengkombinasikan getah marshmallow dengan kacang dan madu. Hidangan tersebut tidak seperti marshmallow yang kita kenal saat ini, dan disajikan hanya untuk kaum bangsawan. Diduga, dewa-dewa juga menjadi penggemar makanan tersebut.
Selama berabad-abad setelah itu, tanaman marshmallow hanya menjadi sumber makanan pada saat terjadi paceklik. Berbeda dengan permen marshmallow, tanaman marshmallow keras dan sangat pahit. Di abad ke-19 di Perancis, seorang pembuat manisan (permen) menggabungkan 2 hal unik dari tanaman marshmallow yaitu tanaman marshmallow sebagai tanaman obat dan tanaman marshmallow sebagai tanaman yang menghasilkan makanan lezat seperti yang dilakukan oleh masyarakat zaman Mesir kuno. Pâté de guimauve adalah makanan ringan yang kenyal dan lembut yang terbuat dari perasan akar marshmallow kering dicampur dengan gula, air, dan telur. Dijual sebagai makanan sehat dalam bentuk seperti ketupat dan batangan, guimauve dengan cepat dikenal banyak orang. Tapi ada satu masalah : pengeringan akar tanaman marshmallow dan mengubahnya menjadi makanan membutuhkan proses produksi yang memakan waktu satu sampai dua hari. Untuk mengurangi waktu produksi tersebut, pembuat permen menggunakan gelatin (olahan protein) untuk menggantikan ekstrak tanaman marshmallow.

Dengan proses produksi yang lebih efisien, marshmallow masuk ke AS pada akhir 1800-an. Segera setelah dikenal masyarakat AS, resep marshmallow dimodifikasi menjadi krim marshmallow (dimana, sesuai dengan semboyannya sebagai makanan kesehatan, krim marshmallow pernah diiklankan sebagai krim untuk mengurangi kerutan). Tahun 1927, buku panduan Girl Scouts (Pramuka Putri AS) memuat resep "Some More”. Dalam resep ini diinstruksikan untuk "memanggang dua marshmallow di atas bara hingga bagian luarnya berwarna coklat dan renyah namun bagian dalamnya lengket dan lembut  kemudian letakkan dua marshmallow tersebut di antara biscuit dan coklat batangan“. Some More kemudian disebut S’mores, dan menjadi tradisi api unggun Amerika sejak itu.

Lompatan berikutnya untuk marshmallow datang pada tahun 1950, ketika Alex Doumak mengembangkan proses yang disebut ekstrusi (extrusion, suatu proses yang mengkombinasikan beberapa proses meliputi pencampuran, pemasakan, pengadonan, penghancuran, pencetakan, dan pembentukan) yang memaksa campuran marshmallow mengalir melalui tabung logam, membentuknya menjadi tali panjang yang kemudian dipotong dengan ukuran yang sama. Proses ini menjadikan marshmallow berbentuk silinder dan mengandung lebih banyak udara yang membuatnya lunak tapi kokoh, seperti marshmallow yang kita kenal. Kraft mengeluarkan tagline "Jet Puffed” untuk produksi marshmallow-nya. Jet Puffed adalah simulasi pesawat ulang alik yang dibuat oleh Aerojet untuk Kraft. Saat itu Kraft membuat undian berhadiah dimana pemenangnya dapat menikmati keseruan didalam kabin pesawat ulang alik.

Berkat keajaiban dalam industri makanan, dewasa ini, Amerika mengkonsumsi lebih dari 40 juta kg marshmallow setiap tahun. Produsen makanan membuat marshmallow dari gelatin dan pemanis buatan. Anda juga dapat membuat marshmallow sendiri dari campuran sirup jagung, gula pasir, agar-agar, dan beberapa bahan lainnya.

Jika Anda punya waktu dan peralatan yang tepat, Anda bahkan dapat membuat marshmallow dengan cara yang sangat kuno, menggunakan akar marshmallow. Langkah pertama : "Pastikan akar marshmallow tidak berjamur atau terlalu berkayu." Semoga beruntung !

Selasa, 30 Mei 2017

NAMA

Menurut Wikipedia, Nama adalah sebutan atau label yang diberikan kepada benda, manusia, tempat, produk (misalnya merek produk) dan bahkan gagasan atau konsep, yang biasanya digunakan untuk membedakan satu sama lain. Nama dapat dipakai untuk mengenali sekelompok atau hanya sebuah benda dalam konteks yang unik maupun yang diberikan.

Sedangkan etimologi (cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal usul suatu kata) kata “nama” berasal dari Old English (Inggris Lama) nama; seasal dengan Old High German (OHG) namo, Sanskrit (Sansekerta) नामन् (nāman), Latin nomen, Greek (Yunani) νομα (onoma), dan Persian نام (nâm), dari Proto-Indo-European (PIE) *hnómn̥. Kemungkinan terhubung juga ke istilah-istilah dari non-Indo-European seperti Tamil namam dan Proto-Uralic *nime.

Penggunaan huruf n, m dan a untuk membentuk kata yang berarti "nama" atau yang pelafalannya terdengar mengandung huruf n, m dan a ada di beberapa bahasa dunia, yaitu :

Afrikaans      : naam Bengali          : নাম (dibaca : Nāma) Dutch             : naam English          : name Frisian           : namme German         : name Greek             : όνομα (dibaca : ónoma) Gujarati         : નામ (dibaca : Nāma) Hindi             : नाम (dibaca : naam) Indonesia      : nama Irish               : ainm Japanese       : 名前 (dibaca : Namae) Nepali            : नाम (dibaca : naam) Punjabi : ਨਾਮ (dibaca : Nāma) Scots Gaelic : ainm Sinhala : නම (dibaca : nama) Swedish : namn

Dan penggunaan kata n dan m untuk membentuk kata yang berarti "nama" ataupun yang pelafalannya mengandung huruf n dan m ada di beberapa bahasa dunia :

Esperanto            : nomo
Estonian               : nimi
Finnish                 : nimi
French                  : nom
Galician                : nome
Italian                   : nome
Latin                     : nomine
Luxembourgish  : numm
Portuguese          : nome
Romanian            : nume
Yiddish                 : נאָמען (dibaca : nomen)

Source :
- Wikipedia (1)
- Wikipedia (2)

Selasa, 02 Mei 2017

Orang yang membuat Jogging menjadi “sesuatu”

Sekitar tahun 1950-an, Jerry Morris menunjukkan untuk yang pertama kali bahwa terlalu lama duduk tidak baik untuk jantung kita. 


Sekitar 10 tahun setelah dia memulai mempelajari penyebab serangan jantung, Jerry Morris mulai melakukan jog (lari pelan). “Saya adalah orang pertama yang melakukan olah raga lari di taman Hampstead Heath, tahun 1960”, kemudian pada The Finacial Times dia mengatakan :

Setiap Minggu pagi, jika cuaca memungkinkan, aku melepas mantel dan kuserahkan pada anak laki-laki ku, aku melepas jaket dan kuserahkan pada anak perempuanku, kemudian aku berlari selama 20 menit. Orang mengira aku buah pisang”.

Morris telah menemukan sesuatu, meskipun, orang-orang yang skeptis masih belum mau mengakui : Orang yang berolahraga - secara rutin, penuh semangat – kemungkinan kecil mendapat serangan jantung daripada orang yang menghabiskan hari-hari mereka tanpa “bergerak”.

Pada pelatihan medis yang diikutinya, dari awal Morris telah tertarik pada perbedaan tingkat kesehatan dan penyebabnya. Tahun 1949, dia kembali ke Inggris setelah bertugas di India sebagai seorang letnan kolonel, ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada penyakit jantung koroner. Jumlah orang yang meninggal karena penyakit jantung semakin meningkat dan tidak ada seorangpun yang tahu penyebabnya.

Morris menduga bahwa mungkin perlu diubah cara orang bekerja. Penyakit jantung menyerang usia paruh baya – lebih banyak pria daripada wanita - dan angka statistik dari pemerintah menunjukkan bahwa pekerjaan dapat memicu penyakit jantung.

Dia mulai mengumpulkan data pada 31.000 pria, usia 35-64, yang sama secara ekonomi dan gaya hidup, tetapi beda pada cara bekerja. Mereka semua bekerja pada transportasi umum, yaitu sebagai pengemudi dan kondektur bis tingkat. Kelompok pertama yang terdiri dari para pengemudi bis, menghabiskan sebagian besar hari-hari mereka dengan duduk di kursi supir. Kelompok lain yang terdiri dari para kondektur bis, menghabiskan waktu mereka berlari naik dan turun tangga bis, 500 – 750 anak tangga, setiap hari (pada pengamatannya, Tim Morris duduk di bus dan menghitung jumlah anak tangga yang dilalui kondektur).

Ketika ia membandingkan dua kelompok tersebut, terdapat perbedaan yang mencolok. Jumlah kondektur yang mendapat serangan jantung lebih sedikit, dan serangan yang datang tidak berakibat fatal. Morris kemudian melakukan pengecekan pada data ukuran celana (perusahaan transportasi London mempunyai data ukuran celana untuk membuat seragam pekerjanya) dan menemukan bahwa, pengemudi berperut buncit tidak selalu berkorelasi dengan kesehatan jantung mereka tapi lebih pada seberapa banyak mereka bergerak.

Pola yang sama tampak pada kelompok pekerja yang berbeda : pegawai pemerintah yang lebih banyak duduk di kursi mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mendapat serangan jantung daripada pekerja kantor pos yang harus berkeliling mengirim surat.

"Apakah jantung manusia menjadi bervariasi sesuai dengan jenis pekerjaan yang mereka lakukan ?" tulis Morris pada tahun 1958. Jawaban yang telah dia temukan adalah "Ya". Itu menjadi pertama kalinya bagi dokter menyebutkan bahwa aktifitas fisik dapat mempengaruhi kesehatan.

Dia juga melakukan penelitian pada 18.000 pria yang melakukan “gerakan-gerakan” di luar pekerjaan dimana mereka diharuskan untuk selalu duduk selama bekerja. Di sini juga ada kecenderungan mencolok : Mereka yang melakukan beberapa latihan yang cukup serius (seperti bersepeda, berenang, bermain sepak bola) mempunyai jantung yang lebih sehat dibanding pria yang menghabiskan waktu dengan bersantai-santai.

Jadi, Morris mulai melakukan jogging, dan menunjukkan pada dunia pekerja yang terikat pada meja kerjanya untuk mencobanya. Beberapa tahun sebelum dia meninggal, hanya beberapa bulan dia jogging sendirian kemudian 100 orang mengikutinya, setiap hari dia berenang atau jogging selama 30 menit. Setelah itu, lebih banyak lagi orang yang melakukan jogging sepertinya.



Selasa, 11 April 2017

Lagu Cat Steven / Yusuf Islam

"Peace Train"

Now, I've been happy lately
Thinking about the good things to come
And I believe it could be
Something good has begun

Oh, I've been smiling lately
Dreaming about the world as one
And I believe it could be
Someday it's going to come.

'Cause out on the edge of darkness
There rides the Peace Train
Oh, Peace Train take this country
Come take me home again.

Now, I've been smiling lately
thinking about the good things to come
and I believe it could be
something good has begun.

Oh, Peace Train sounding louder
Ride on the Peace Train
Hoo-ah-eeh-ah-hoo-ah
Come on the Peace Train.

Yes, Peace Train's a holy roller
Everyone jump on the Peace Train
Hoo-ah-eeh-ah-hoo-ah
Come on the Peace Train

Get your bags together
Come bring your good friends too
Because it's getting nearer
It soon will be with you

Come and join the living
It's not so far from you
And it's getting nearer
Soon it will all be true

Peace Train sounding louder
Ride on the Peace Train
Hoo-ah-eeh-ah-hoo-ah
Come on the Peace Train, the Peace Train

Now, I've been crying lately
Thinking about the world as it is
Why must we go on hating?
Why can't we live in bliss?

'Cause out on the edge of darkness
There rides the Peace Train
Peace Train take this country
Come take me home again

Oh, Peace Train sounding louder
Ride on the Peace Train
Hoo-ah-eeh-ah-hoo-ah
Come on the Peace Train

'Cause Peace Train's a holy roller
Everyone jump on the Peace Train
Hoo-ah-eeh-ah-hoo-ah
Come on, come on, come on
Yes, come on Peace Train
This is the Peace Train.

Hoo-ah-eeh-ah-hoo-ah
Come on the Peace Train
The Peace Train

Hoo-ah-eeh-ah-hoo-ah


PEACE TRAIN :

  • Ketika dia muncul di acara The Chris Isaak Hour tahun 2009, Stevens mengatakan : "Dari sisi musiknya, aku akan melihat lagi bagian riff yang terdengar sangat Yunani – suatu jenis irama yang akan Anda dengar saat Anda di Yunani. Liriknya sangat mengena di saat itu, dan menjadi himne perdamaianku. Lagu itu selalu dinyayikan di akhir setiap pertunjukanku dan menjadi penutup konser yang tenang. Lagu itu sangat penting bagiku karena merupakan salah satu tujuan besar yang ingin kucapai dalam hidupku untuk berkontribusi terciptanya perdamaian".
  • Lagu pertama Stevens yang masuk daftar Top-10 hit Amerika. Lagu ini tidak dirilis diluar Amerika karena label dari Eropa dimana Stevens bernaung, Island, ingin mendorong orang untuk membeli album milik Stevens daripada album milik grup band The 45s.
  • Menjadi lagu wajib kelompok hippie, dan sering digunakan oleh para pengunjuk rasa untuk menyebarkan pesan perdamaian.
  • Tahun 1987, grup band 10.000 Maniacs menyanyikan ulang lagu ini dan masuk dalam albumnya yang berjudul In My Tribe, tapi popularitas lagu itu jatuh di tahun 1989 setelah Stevens, yang telah mengubah namanya menjadi Yusuf Islam, menyetujui fatwa mati untuk Salman Rushdie karena telah memfitnah Nabi Muhammad dalam bukunya The Satanic Verses.
  • Tahun 2003, Stevens, yang sekarang dikenal sebagai Yusuf Islam, merekam ulang lagu ini untuk album kompilasi berjudul Hope, keuntungan dari album tersebut disumbangkan untuk anak-anak di Irak. Album Ini adalah album berbahasa Inggris pertama yang dikeluarkan Yusuf Islam sejak tahun 1978. Saat Amerika Serikat dan Inggris menginvasi Irak, yang dianggap sebagai serangan terhadap Muslim. Stevens menjelaskan: "Sebagai bagian dari warga dunia dan sebagai seorang Muslim, ini adalah kontribusi saya dalam menyeru untuk tercapainya perdamaian di wilayah rawan konflik seperti yang dilakukan oleh beberapa pemimpin negara".
Source : Peace Train


“The wind”

I listen to the wind
To the wind of my soul
Where I'll end up, well, I think
Only God really knows.

I've sat upon the setting sun
But never, never, never, never
I never wanted water once
No, never, never, never.

I listen to my words
But they fall far below
I let my music take me where
My heart wants to go.

I swam upon the devil's lake
But never, never, never, never
I'll never make the same mistake
No, never, never, never.


THE WIND :

  • Dalam lagu ini, Stevens berbicara masalah spiritualitas dan takdir. Dari pencariannya menuntunnya masuk Islam pada tahun 1977.
  • Lagu ini digunakan di film Almost Famous (2000) and Rushmore (1998).
  • Lagu ini berdurasi 1:42 menit, adalah lagu pertama dari album kelima Stevens yang berjudul Teaser And The Firecat. Judul album tersebut digunakan juga untuk menamai buku cerita anak bergambar yang dibuatnya dan diterbitkan setahun kemudian.
  • Natalie Imbruglia memasukkan lagu ini di albumnya berjudul Male yang rilis tahun 2014, album ini berisi lagu-lagu dari penyanyi pria dan dinyanyikan ulang dengan sentuhan wanita. Natalie Imbruglia menjelaskan kepada Entertainment Weekly kenapa "The Wind" masuk ke albumnya. "Lagu ini adalah lagu yang sangat kental dengan nuansa spiritual. Elemen spiritual bukanlah kepribadianku, hal itulah yang membuatku ingin memasukkannya dalam albumku. Saya suka caranya (Yusuf Islam/Cat Stevens) dalam menggambarkan pengalaman spiritualitasnya dalam musik".
Source : The Wind


“In the End”

You can't bargain with the truth
'Cause whether you're right or you're wrong
We're gonna know what you've done
We're going to see where you belong - in the end

You can't bargain with the truth
Whether you are black or you're white
We're going to know who's right
We're going to see you in the light - in the end

O and every little thing you do
You'd better know it's coming back to you

You can't bargain with the truth
'Cause one day you're gonna die
And good's going high,
And evil's going down - in the end

You can't bargain with the truth
Whether you're old or young
We're going to see what you've done
There'll be nowhere else to run - in the end

You can't bargain with the truth
'Cause whether you're rich or you're poor
You're going to meet at the same door;
You're going to know the real score - in the end

And if you want to help your fellow man
You better start with what is in your hand

You can't bargain with the truth
'Cause whether you're right or you're wrong
We're going to know what you've done
We're going to see where you belong - in the end

You can't bargain with the truth;
'Cause if the world you chose
No further than your nose
Will be where the doors will close- in the end
You can't bargain with the truth
'Cause for those who were deceived
There'll be no reprieve
There'll be no time to believe - in the end

O and every little thing you do
You better know it's coming back to you

You can't bargain with the truth
'Cause one day you're gonna die
And good's going high,
And evil's going down - in the end


In the End :

  • Setelah menjadi muallaf pada tahun 1978, seorang penyanyi-penulis lagu, Cat Stevens, menjual gitrnya, mengubah namanya menjadi Yusuf Islam dan berhenti membuat album. Tahun 1985 ia diundang oleh Bob Geldof untuk bernyanyi di acara Live Aid, tawaran yang membuat Stevens sulit untuk menolak. Dia menulis lagu ini untuk acara tersebut, yang akan dinyanyikannya secara solo dan tanpa iringan musik. Namun karena saran dari Elton John, Harvey Goldsmith (promotor acara Live Aid) dan Bob Geldof membatalkan penampilan Yusuf Islam di acara tersebut.
  • Ketika akhirnya Yusuf Islam memutuskan untuk bermusik lagi tahun 2006, ia memasukkan lagu ini di album An Other Cup, yang merupakan album pop pertamanya sejak dikeluarkannya album berjudul Back to Earth tahun 1978.
  • Menurut Yusuf Islam, dalam lagu ini, ia meminta orang-orang untuk melihat diri mereka sendiri dan memeriksa apakah mereka telah membuat pilihan yang tepat karena mereka akan diminta untuk mempertanggungjawabkannya - pada akhirnya (in the end).
Source : In the End


“The Beloved”

His wisdom flowed from heaven's book
Just like threaded pearls,
Just like threaded pearls

He left his self to flee to God
And God sent him back to us

He was born to be the beloved
A will of the Divine
He was born to be the beloved,
He was born to guide

He prayed all his nights alone
And stars and angels sighed
And in the day he lead the way
With blazing words so bright

He was born to be the beloved
A will of the Divine
He was born to be the beloved,
He was born to be kind

He taught the people to worship
Bowing to one God,
Bowing to one God

His mercy stretched from East to West
To every man, woman and child

He was born to be the beloved,
A will of the Divine
He was born to be the beloved,
Nature Sublime

He opened up the doors of love
For every heart parched with thirst
He was a mercy to the words
And unto the human births

He was born to be the beloved
A will of the Divine
He was born to be the beloved,
He was born to guide


The Beloved :

“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Tidak maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai : Sebarkanlah salam diantara kalian”. (HR. Muslim)

Hadist Rasulallah yang disampaikan Yusuf Islam sebelum menyanyikan lagu The Beloved di acara Live Yusuf's Cafe Session 2007.



Senin, 03 April 2017

YUSUF ISLAM’S GOLDEN YEARS : Yusuf Islam Tentang Islam dan Kembalinya Pada Musik.

Cat Steven yang masih bergulat dengan masa lalunya – dan akhirnya menjadi pemenang.


Yusuf Islam calls his Rock and Roll Hall of Fame induction "glorious," adding "And Nirvana was explosive." LEON NEAL/AFP/Getty Images

Tidak ada yang menyadari kehadiran Yusuf Islam di acara penganugrahan musik Rock and Roll tahun 2014. Penonton terpaku pada penampilan yang memukau dari grup band Nirvana dengan personel lengkap yang membawakan lagu berjudul Kiss, sebagian besar tidak tahu bahwa Cat Stevens, seorang penyanyi solo pria Amerika, akan tampil untuk yang pertama kali sejak berhenti bermusik pada tahun 1978.

Yusuf Islam at the Rock And Roll Hall Of Fame Induction Ceremony in April. Kevin Mazur/WireImage

Setelah pidato penerimaan penghargaan yang singkat dan penuh kebahagiaan, tanpa menyinggung persoalan agama atau politik, Yusuf tampil dengan gitar akustik dan menyanyikan "Father and Son" yang hit pada tahun 1970-an, dan berhasil membungkam Barclays Center di Brooklyn. Pada saat paduan suara mengiringi Yusuf di lagu "Peace Train," hampir semua penonton berdiri dan ikut bernyanyi. "Sangat megah," kata Yusuf. "Sangat menyenangkan bisa bernyanyi tanpa ada batasan apapun, dan tambahan paduan suara benar-benar membuat akhir yang sangat menakjubkan. Anakku mengenalkan aku pada musik Nirvana beberapa tahun yang lalu, dan penampilan mereka selalu meledak."

Sekarang, delapan bulan kemudian (artikel asli ditulis pada tgl 13 Januari 2015), dan Yusuf, 66, sedang menyeruput teh di ruang konferensi di gedung pencakar langit Sony di tengah kota Manhattan. Ditemani pengawal setianya, seorang laki-laki gemuk dengan tinggi sekitar 1.8 meter, duduk di bangku piano. Anak laki-laki Yusuf berusia 29 tahun, Yoriyos, duduk dan asyik dengan laptopnya. Uban di rambut Yusuf terlihat lebih banyak, dia memakai kacamata hitam, kaos abu-abu dengan logo Peace Train 2011 dan jaket biru. Penampilan yang berbeda sejak kembalinya ke dunia musik delapan tahun lalu, dia terlihat seperti bintang rock.

Walau telah bergaya santai dan bersikap ramah, Yusuf tampak tetap disegani oleh orang-orang disekelilingnya. Yoriyos menunjukkan rasa ketidaknyamanan jika pertanyaan yang diajukan ke ayahnya keluar dari bahasan seputar musik, selain itu ada dua wartawan yang menunggu di luar. Sebelum wawancara, mereka mendesak saya untuk lebih berhati-hati ketika akan membicarakan masalah "agama dan kontroversi di masa lalu."

Percakapan dimulai dengan tema yang jelas yaitu : Tell 'Em I'm Gone, album dari Yusuf dengan sentuhan musik R & B, adalah album ketiganya sejak 2006. Yusuf pindah ke Dubai pada tahun 2010 ("Aku suka sinar matahari", katanya) tapi kembali ke Los Angeles untuk merampungkan albumnya yang diproduseri oleh Rick Rubin. "Kami mengerjakan semuanya dalam seminggu," kata Yusuf. "Beberapa lagu yang direkam adalah lagu baru. Aku tidak suka terlalu lama di studio”. Beberapa kali dia ingin segera mengakhiri rekamannya, Yusuf berkata," Aku sudah menyelesaikannya, Rick. Aku tidak ingin melakukannya lagi”.

Yusuf baru-baru ini melakukan tur di Amerika Utara untuk yang pertama kali sejak tahun 1976. Tiket pertunjukan di Beacon Theatre New York terjual habis, tapi kemudian dia membatalkannya karena panitia melarang penjualan tiket secara online (paperless ticketing, pada mekanisme penjualan paperless ticket dibutuhkan nomor ID/KTP dari pembeli serta kartu kredit untuk pembayarannya sehingga tiket tidak bisa digunakan oleh orang lain atau dijual ke orang lain), sehingga saat itu banyak ditemukan tiket yang dijual kembali (calo tiket). "Seperti membenarkan bisnis percaloan, padahal itu salah," kata Yusuf.

Pembatalan pertunjukan di Beacon yang dilakukan oleh Yusuf adalah tindakan yang berani, berprinsip dan (menggambarkan) kepribadiannya yang dibentuk dari perjalanan karir yang panjang. Ia lahir dengan nama Steven Demetre Georgiou di London, putra dari seorang ayah Yunani dan ibu Swedia. Georgiou lahir di era dimana kota kelahirannya menjadi pusat musik Rock dunia. "Aku sangat beruntung," katanya. "Aku tinggal di jalan yang sama dengan 100 Club (tempat yang menampilkan pertunjukan musik dan komedi secara langsung), dan Dick James Music (yang mengenalkan grup band Beatles) hanya berjarak 4 rumah dari kedai kopi ayahku. Semuanya sangat dekat di West End London”.

Saat Mendengar Bob Dylan untuk pertama kali, tanpa disadarinya hal itu akan mengubah hidupnya. Georgiou muda yang masih berumur 18 tahun, mulai bermain di café-cafe di London dengan nama Cat Stevens dan menulis lagu yang abadi seperti "The First Cut Is the Deepest". Walau sempat didera penyakit tuberkulosis pada tahun 1968 dan hampir menewaskannya, karirnya bersinar di tahun 1970 ketika "Father and Son" dan "Wild World" menjadi lagu yang paling sering diperdengarkan di radio. Saat itu adalah masa yang sulit untuk seorang penyanyi-penulis lagu, dan Stevens berada di jalur yang tepat dan kemudian disejajarkan dengan James Taylor dan Carly Simon.

Ketika ia menjadi seorang superstar, Stevens tidak memiliki waktu untuk beristirahat – penyakit tuberkolosis menjadi akibat dari gaya hidupnya. "TB adalah jenis penyakit yang sangat menyedihkan," katanya. "Aku melakukan LSD beberapa kali, tapi aku harus meninggalkan kehidupan ala bintang rock karena aku sangat mengkhawatirkan kesehatan. Aku menjadi seorang vegetarian, dan kemana-mana membawa koper yang dipenuhi vitamin dan minuman khusus”.

Yusuf Islam in 1975. George Wilkes/Hulton Archive/Getty Images

Semuanya berubah di satu hari di tahun 1976, ketika Stevens pergi berenang di laut dekat Malibu. Saat ia mencoba untuk berenang kembali ke pantai, ia menyadari arus saat itu terlalu kuat untuk dilawan, dan setelah berjuang selama beberapa waktu dia merasa bahwa dia akan tenggelam. "Aku tidak punya kekuatan yang tersisa," kata Yusuf. "Hanya ada satu tempat untuk pergi, dan itu adalah Tuhan. Aku tidak pernah meragukan keberadaan Tuhan, tapi aku tidak pernah meminta kepada Nya karena semuanya tampak baik-baik saja dalam hidupku. Ini adalah antara hidup dan mati”.

Dia berjanji kepada Tuhan untuk patuh pada semua perintah dan larangan Nya jika Tuhan menyelamatkannya saat itu, dan tiba-tiba gelombang mendorongnya ke pantai. Tidak lama setelah itu, kakaknya, David, memberinya salinan Quran. "Ini terjadi sebelum Islam dikenal orang”, kata Yusuf. "Bahkan Revolusi Iran tidak diketahui banyak orang. Aku merasa seperti menemukan suatu rahasia yang menakjubkan dan agung”.

Dalam waktu dua tahun, Cat Stevens telah menjadi Yusuf Islam. Ia mengabdikan dirinya untuk Allah, mengatakan bahwa semua bentuk musik bertentangan dengan iman. Dia menjauh dari kontrak rekaman dan menjual seluruh gitarnya. Pendapatan satu-satunya berasal dari penerbitan, dia juga menyerahkan royalti dari lagu yang dia sebut sebagai anti-Tuhan karena cenderung untuk memperturutkan nafsu belaka : "Segala sesuatu yang mendorong cinta tanpa diikuti pernikahan atau hanya mengarah ke keinginan seksual". Lagu jenis itu berjumlah sekitar 40 persen dari kumpulan lagu-lagunya. "Take 'The Boy With a Moon and Star on His Head ', mungkin isi lagu itu tidak mengganggu Anda, tapi di lagu itu diceritakan tentang seorang laki-laki yang bersetubuh dengan putri seorang petani disaat sang laki-laki sedang menuju tempat pernikahannya. So, no.... "

Yusuf tak pernah lagi berhubungan dengan dunia musik. "Aku samar-samar tahu hal-hal seperti Madonna, MTV, Michael Jackson dan yang terjadi pada mereka, tapi aku tidak tertarik sama sekali," katanya. "Hal terakhir yang aku ingat adalah karya besar dari Stevie Wonder yaitu album Songs in the Key of Life". Yusuf disibukkan dengan mengurus keluarganya, sekolah Muslim yang dia dirikan di Inggris, dan yayasan Small Kindness, sebuah badan amal untuk membantu para korban perang dan bahaya kelaparan di negara berkembang.

Selama bertahun-tahun, anak-anak Yusuf mencoba mengembalikannya untuk bermusik lagi. Kemudian, suatu hari, beberapa bulan setelah 9/11, Yusuf memainkan gitar akustik milik anak laki-lakinya. Saat itu sudah larut malam, dan keluarganya sedang tidur. "Aku berpikir, 'Tidak ada salahnya mencoba,'" katanya. "Aku memainkan nada F, dan aku bisa melakukannya. Aku tidak ingat lagu apa yang ku mainkan, tapi setelah lagu itu selesai aku mulai menangis."

Yusuf mengalami pertentangan batin tentang keinginannya untuk bermusik lagi. Di masa itu perang berkecamuk di Afghanistan dan konflik terjadi di Irak. Yusuf berpikir bahwa dunia perlu melihat setidaknya satu Muslim tanpa kekerasan di TV. "Ada begitu banyak pertentangan di dunia," katanya. "Banyak orang Islam yang datang padaku, menjabat tanganku dan berkata, 'Terima kasih! Terima kasih." Aku mewakili cara mereka ingin terlihat. Banyak jalan tengah yang terlupakan oleh banyak orang di dunia”.

Yusuf Islam playing in London in 2009. Samir Hussein/Getty Images

Yusuf diam-diam mulai tampil di panggung di beberapa tempat di Eropa dan beberapa panggung kecil di Amerika. Jumlah penontonnya hanya sedikit sampai Jon Stewart mengundangnya tampil di acara Rally to Restore Sanity and/or Fear tahun 2010. Yusuf membawakan lagu-lagu riang - ia menyanyikan "Peace Train" disaat Ozzy Osbourne mengeluarkan lagu "Crazy Train" - tetapi hal itu justru membangkitkan kembali pertentangan batin yang telah menghantui Yusuf selama seperempat abad.

Setelah Ayatollah Khomeini mengeluarkan fatwa terhadap penulis Salman Rushdie pada tahun 1989, Yusuf menyatakan bahwa " [Rushdie] harus dibunuh. Quran menjelaskan : Jika seseorang memfitnah nabi, maka dia harus mati.", di Kingston University London. Pernyataan Yusuf tersebut memicu munculnya beragam pendapat, dan menjadi perbincangan sampai beberapa waktu kemudian. Ketika Rushdie tahu bahwa Yusuf sepanggung dengan Osbourne, ia dengan gusar menelepon Stewart. "Ini menjadi sangat jelas bagi ku bahwa [Yusuf] telah mengangkangi dua dunia dengan cara yang sangat sulit," kata Stewart dua tahun lalu. "Aku tidak akan mengundangnya, aku tidak mengira, jika aku tahu itu.... Dibunuh karena telah mengatakan suatu hal adalah salah”.

Ini masih menjadi bahasan yang sensitif bagi Yusuf. Ketika saya memulai pembicaraan terkait hal tersebut, anaknya ikut mendengarkan wawancara. "Orang-orang perlu mendapatkan penjelasan," kata orang yang tidak sependapat dengan Yusuf. "Itu 25 tahun yang lalu. Aku sudah beruban sekarang. Ayolah. Aku dulu tidak cukup baik dalam menyampaikan sesuatu kepada orang-orang. Sejauh yang aku pikirkan, seharusnya ini tidak menjadi hal utama dalam hidupku".

Setelah itu, tampaknya topik wawancara akan segera berganti, dan Yoriyos terlihat lega. Tapi Yusuf masih ingin menyampaikan pendapatnya tentang kasus Salman Rushdie. "Aku percaya pada hukum," katanya. "Aku tidak pernah menjadi pendukung fatwa [terhadap Rushdie], tetapi orang tidak ingin mendengar itu karena mereka terus mengatakan bahwa aku percaya pada hukum penghujatan (hukuman mati bagi yang telah menyebarkan fitnah pada Nabi Muhammad). Yang aku katakan adalah, bagaimana Anda bisa menyangkal Rukum Islam ketiga ? Dan adalah prinsip Islam bahwa Anda harus mematuhi hukum yang berlaku dimana Anda tinggal".

Jawaban yang tidak mengandung penyesalan seperti itulah yang membuat Rushdie dan banyak pendukungnya tidak bisa memaafkan Yusuf, dan Yusuf tahu perseteruan mereka tidak akan pernah berakhir. "Itulah cara hidup," katanya. "Aku tidak ingin mengkotak-kotak masyarakat dalam bingkai agama, tetapi jika Anda memahami konsep utusan dalam setiap agama, pasti ada pihak yang menjadi antagonis."

Salah satu lagu di album baru Yusuf, yang berjudul "Cat and the Dog Trap (kucing dan perangkap anjing)", tampaknya membidik tentang kontroversi itu. "Cat’s in a cage (kucing dalam kandang)," ia bernyanyi. "Chained to a stone/Empty bowl by his side (terantai di batu/mangkok kosong disisinya". Yusuf mengakui lagu ini menceritakan tentang kisah hidupnya, tapi ia menolak untuk mengatakan siapa orang yang disebutnya dog (anjing) yang bersifat antagonis di lagu tersebut, tapi mungkin yang dimaksudkan adalah Rushdie. Yusuf hanya berkata, "I used to be followed by a moonshadow," ketika didesak pertanyaan tentang topik itu. "Sekarang aku diikuti oleh semua kesalahpahaman ini, dan mereka seperti bola dan rantai. Aku hanya ingin menulis musik dari hati dan menyampaikan pesan tentang adanya harapan dan pencarian untuk tempat yang lebih baik."

Ancaman ISIS telah membawa Amerika ke ambang perang lain di Irak, tetapi anehnya malah membuat Yusuf optimis: "Sisi positifnya adalah bahwa hal itu telah membuat semua kelompok sepakat bahwa [ISIS] tidak ada hubungannya dengan Islam. Muslim telah dicitrakan pada begitu banyak tindakan tirani dan rezim yang kejam. Itulah sebenarnya yang menjadi tujuan peristiwa Arab Spring (perubahan politik di semenanjung Arab, dimulai tahun 2011, rakyat menginginkan lepas dari rezim yang diktator), tetapi masalah datang saat dilakukan upaya untuk mengatur suatu revolusi”.

Tour Yusuf bertajuk "Yusuf / Cat Stevens" – adalah persembahan untuk penggemar album klasiknya, merupakan karya dari seorang laki-laki yang mencintai masa lalunya. "Ketika Anda sudah berjalan begitu lama, Anda mungkin menyadari bahwa Anda telah berjalan terlalu jauh," katanya. "Ada saatnya untuk mengatakan, 'Tunggu. Aku sudah sedikit kehilangan arah".