1850 Jane Wigley (England) : Orang pertama yang menggunakan prisma yang
dimasukkan ke dalam kamera untuk membalikkan objek yang terlihat terbalik (cikal
bakal dari viewfinder TTL - Through The Lens, lubang kecil di kamera
tempat melihat/mengintip objek).
1851 Frederick Scott Archer : Menciptakan proses baru (tidak
dipatenkan sehingga semua orang bebas menggunakannya) dimana negatif film
dibuat menggunakan kaca yang dilapisi dengan collodion (cairan yang
mengandung pyroxylin / nitroselulosa dalam campuran etil
eter dan etanol) dan salt, setelah itu dicelupkan pada silver nitrate.
1851 Collodion (wet plate)
process introduced : Sebuah lompatan besar setelah Daguerrotype dan calotype, proses
collodion menghasilkan foto dengan detail yang halus dan memungkinkan untuk mencetak
dengan jumlah banyak. Proses collodion menjadi metode fotografi utama selama
Perang Saudara AS.
Step by step collodion wet
plate process :
- Lapisi kaca (yang berfungsi sebagai negative film) dengan collodion secara merata.
- Celupkan kaca pada cairan silver nitrate (larutan peka cahaya).
- Tempatkan kaca di kamera.
- Lakukan pemotretan (lama pengambilan gambar/exposure adalah 20 detik sampai 5 menit tergantung kecepatan reaksi silver nitrate pada cahaya).
- Keluarkan kaca dari kamera dan tuangkan larutan yang mengandung besi sulfat dan asam asetat. Bagian kaca yang terkena cahaya akan berwarna perak. Siram kaca dengan air.
- Bagian dari kaca yang tidak terkena cahaya (tidak berwarna perak) dihilangkan / dibersihkan menggunakan larutan Natrium tiosulfat.
- Cuci kaca dengan air lagi. Untuk menjaga foto dalam kondisi baik, lapisi kaca dengan pernis.
- Cetak foto ke kertas foto menggunakan negative kaca.
1853 The Photographic Society
of London : (kemudian dikenal
sebagai Royal Photographic Society di Inggris Raya) didirikan untuk fotografer
amatir dan profesional yang tertarik di bidang foto seni. Sebagian besar foto-foto
ini dimaksudkan untuk menjadi seni abstrak, dan para fotografer tersebut menemukan
inspirasi dari lukisan (sementara beberapa pelukis menggunakan foto untuk
inspirasi lukisan mereka). Cetakan format besar dibuat ketika gambar dicetak
dari beberapa negatif film yang disusun menjadi satu. Foto pemandangan alam
yang sangat sulit dibuat karena luasan yang bisa ditangkap film sangat terbatas
dan film itu sendiri hanya peka terhadap warna biru.
1855 Stereoscopic Era : Awal era stereoskopis (stereoscopic, kondisi di mana kedua mata kita baik yang kiri dan kanan
memiliki kemampuan melihat yang sama sehingga bisa menganalisa suatu jarak objek dengan lebih akurat), memungkinkan adanya hiburan dengan gambar
3-D yang unik. Era stereoskopik resmi berakhir pada sekitar awal abad ke-20.
1855 Direct Positive Images : Foto pada kaca (ambrotypes) dan logam
(tintypes atau ferrotypes) menjadi populer di AS. Bertahan sampai saat ini dan
menjadi peninggalan dari zaman dulu yang dicari.
1855 ReTouching : Kontroversi atas foto yang diubah
(retouching) dimulai ketika Franz Hanfstaengle (fotografer terkemuka Jerman)
menunjukkan foto sebelum dan sesudah proses retouching.
1856 Nadar : (seorang pelukis besar, adalah orang pertama
yang menggunakan lampu listrik untuk menerangi lukisannya dan menjadi salah
satu fotografer paling terkenal pada zamannya) menulis: "Fotografi adalah
ilmu yang menggunakan kecerdasan tingkat tinggi, seni yang menggelitik pikiran
yang paling tajam namun dapat dilakukan oleh siapapun, teori fotografi dapat
diajarkan dalam satu jam, dimana teknik dasar fotografi dapat diajarkan dalam
sehari. Tapi ada yang tidak dapat diajarkan yaitu rasa (feel) pada pencahayaan dan
intelektualitas dari fotografer dalam memahami foto yang bagus, yang
membedakannya dari foto yang biasa. "
1858 First Aerial Photograph : Nadar menjadi orang pertama yang melakukan pengambilan foto dari
udara menggunakan balon udara.
1858 Fading Away by Henry Peach Robinson : Membuat foto seni (fine art photo, foto yang lebih menitikberatkan nilai estetika dan intelektual) yang sangat kontroversial,
fotonya menggambarkan adegan seorang gadis yang "hampir mati" yang
dikelilingi oleh keluarganya dengan nuansa kemiskinan yang kental. Nuansa
kemiskinan terasa karena adegan tergambar dalam sebuah foto dimana foto selalu
diasumsikan sebagai realita keadaan (hal itu tidak terjadi jika adegan
dituangkan dalam sebuah lukisan).
1861 James Clerk Maxwell : Seorang fisikawan Skotlandia. Membuat warna-warna dari pencampuran tiga
warna. Dia yang pertama kali menunjukkan sistem warna dalam
fotografi. Menggunakan
tiga foto hitam dan putih, yang masing-masing diambil melalui filter merah,
hijau, dan biru. Foto tersebut
kemudian diubah menjadi lantern slides (atau magic lantern, foto dipindah pada
lembar kaca) dan diproyeksikan kembali menggunakan filter warna yang sama. Ini
adalah metode “pemisahan warna”.
1862 Paul Sabatier (France) : Menjelaskan proses solarisasi (fenomena dalam
fotografi di mana gambar yang direkam pada negatif film atau pada cetak foto
seluruh atau sebagian terbalik dalam warna/tone, pada dasarnya area gelap tampak
terang dan area terang tampak gelap) di jurnal Perancis. Dia kemudian dikenal sebagai
penemu proses solarisasi tapi Blanchere lah yang pertama kali menyebarluaskan penelitian
tentang proses tersebut tahun 1859.
1863 Julia Margaret Cameron : Fotografer Inggris yang ulung dan terkenal,
mendapatkan kamera pertamanya. Dikenal karena karya fotonya
dari orang-orang terkemuka di Era Victoria. Berkarir selama 11 tahun (1864-1875).
1866 Antony Samuel Adam-Salomon
: (seorang pematung
yang menjadi fotografer) karyanya menginspirasi Alphonese de Lamartine (yang
pernah menyebut fotografi sebagai "meniru dari alam") mengaku :
"Setelah mengagumi foto yang terperangkap dalam semburat cahaya matahari dari
Adam Salomon, seorang pematung yang telah menyerah untuk melukis, tidak lagi bisa
berkata bahwa fotografi adalah barang dagangan, tapi fotografi adalah seni, bahkan
lebih dari sebuah seni, fotografi adalah fenomena matahari, di mana seniman
bekerja sama dengan matahari. "
1866 Retouching : menjadi hal yang sangat umum bagi
fotografer yang ingin menyembunyikan noda, menghaluskan suatu bagian,
menghilangkan kerutan, dll, pada karya fotonya.
1866 Publicity Shots : ahli dalam mempublikasikan foto dari
pesohor baru sejalan dengan permintaan untuk foto jenis ini yang terus
meningkat, dimana pesohor berpose “dalam karakter” dan “pada latar” yang
sesuai.
1871 Crime Scenes : Kepolisian Paris mulai menggunakan foto
sebagai cara untuk merekam bukti-bukti di tempat kejadian perkara.
1871 Richard Leach Maddox
(England) : Menciptakan lempeng
kering gelatin perak bromida, yang memungkinkan negatif film diproses diwaktu
lain dari saat pengambilan foto. Inovasi ini membuat fotografer tidak harus
membawa peralatan untuk tehnik kamar gelap (proses pencetakan foto) di tempat
pengambilan foto.
1872 Eadweard Muybridge : Karyanya yang paling terkenal dimulai
pada tahun 1872, ketika ia disewa oleh Leland Stanford (dikenal sebagai pendiri
Universitas Stanford) untuk memotret kuda. Stanford konon telah membuat taruhan
pada saat itu, dia menyatakan bahwa keempat kaki kuda pacu melayang secara
bersamaan, dan ia menyewa Muybridge untuk mengambil gambar untuk membuktikan
bahwa dia benar. Hal ini sulit dilakukan dengan kamera yang ada masa itu, dan dipercobaan
awal hanya dihasilkan gambar yang tidak jelas. Muybridge menjadi semakin tidak
focus dalam bekerja karena ia mengetahui bahwa istrinya telah berselingkuh dan kemungkinan
telah mempunyai anak dari hubungan gelap tersebut. Muybridge melacak kekasih istrinya
dan membunuhnya dengan senjata api. Ketika Muybridge diadili, ia tidak
menyangkal pembunuhan tersebut, tapi ia dibebaskan. Muybridge meninggalkan San
Francisco dan menghabiskan dua tahun di Guatemala. Sekembalinya dari Guatemala,
Muybridge kembali melakukan pengambilan foto kuda yang berlari, kali ini hasilnya
jauh lebih baik. Ia menggunakan deretan kamera dengan kabel penghubung
(tripwire), dimana masing-masing kamera akan mengambil foto kuda yang berlari
dengan beda waktu pengambilan foto tiap kamera kurang dari satu detik. Hasil diskusi
yang berlangsung sekali dan berlaku selamanya : empat kaki kuda pernah melayang
pada waktu yang bersamaan.
Muybridge menghabiskan
sisa karirnya untuk memperbaiki tekniknya, membuat berbagai macam studi gerak, mengajarkan,
dan menerbitkan bahan pengajarannya. Ia menemukan zoopraxiscope (alat untuk
menampilkan gambar bergerak), yang merupakan bentuk awal dari proyektor film
modern. Dari upayanya dalam mempelajari gambar bergerak, ia dianggap sebagai
salah satu bapak dari film. Sama seperti foto pertama dari Niepce, gambar
bergerak milik Muybridge menunjukkan suatu bentuk seni yang baru. Pada akhir
hidupnya, Muybridge kembali ke Inggris, di mana ia meninggal pada tahun 1904.
1879 Edward Steichen (USA) born
: Seorang fotografer
terkenal, Steichen adalah kurator pertama foto-foto di Museum Modern Art di New
York. (D. 1973)
1879 Ilford (UK) : Ilford mulai memproduksi peralatan
fotografi dalam skala besar.
1880 Dry Plate : George Eastman mengembangkan lempeng kering (dry plate) dan
mulai memproduksi dalam jumlah besar. Di usianya yang ke-24 mendirikan Eastman
Dry Plate Company di New York.
1888 Celluloid film invented : Hal ini menjadi cikal bakal dari semua
modern foto dan film. Bahannya ringan, meskipun mudah terbakar, membuat lempeng
kaca menjadi piranti usang di bidang fotografi dan memungkinkan fotografi dikenal
luas masyarakat umum.
1888 Kodak (USA) : George Eastman mematenkan merk “Kodak” yang merupakan kamera ringan pertama yang paling terkenal
seharga $ 25. Kamera tersebut memuat 20 foot gulungan kertas foto (sekitar 6 m)
yang cukup untuk membuat 100 foto. Untuk mencetak foto, kamera harus diserahkan
ke Eastman Dry Plate Company di New York dengan biaya pencetakan sebesar $ 10.
1888 The Royal Geographic
Society : National Geographic
pertama kali diedarkan di Amerika Serikat. Majalah tersebut berisi ulasan
tentang alam, geografi dan antropologi.
1889
Eastman Company : didirikan oleh George Eastman.
1889 Documentary photography : (Seorang fotografer) dapat dikatakan telah
lahir ketika The British Journal of Photography mendesak pembentukan arsip
besar untuk foto-foto yang mengandung sejarah, selengkap mungkin yang bisa
dibuat.
1890 Photography School : Dibukanya sekolah pertama
yang didedikasikan untuk mempelajari teknik fotografi dan retouching foto.
Hanya mereka yang mampu membayar biaya kuliah dan mau pergi jauh dari rumah yang
bisa masuk ke sekolah ini.
1891 Rodinal : Pencetakan foto menggunakan bahan kimia Rodinal
membuat foto menjadi lebih halus, bahan kimia ini dikenalkan oleh Agfa. Sampai
saat ini, bahan Rodinal masih dipakai dalam proses pencetakan foto karena mudah
digunakan dan hasil fotonya berkualitas tinggi.
1892 Eastman Kodak
Company : Eastman
Company berubah nama menjadi Eastman Kodak Company dan menjadi produsen paling produktif
dari bahan fotografi di dunia.
Source : Timeline Fotografi
















blognya bagus sekali kak
BalasHapusexcavator 80-140 hp