Senin, 05 Juni 2017

Sejarah Panjang Yang Manis dari Marshmallow

ISTOCK

Kenyal, manis, dan menggelembung karena udara, marshmallow adalah permen yang mudah kita temukan dipasaran (dan rasanya lezat). Ternyata, permen yang sering dipanggang di api unggun ini berasal dari ribuan tahun yang lalu dari bahan-bahan sederhana.
Dimulai dengan fakta bahwa marshmallow sebenarnya adalah tumbuhan. Kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia Barat, Althaea officinalis  tumbuh setinggi enam kaki (sekitar 1.8 m) dan mempunyai bunga berwarna ungu terang. Salah satu jenis tumbuhan mallow, hidup di tempat basah atau di daerah rawa (marshy) -  kemudian disebut : "marsh (rawa)" dan "mallow."


Sekitar awal abad ke-9 SM, orang-orang Yunani menggunakan marshmallow untuk menyembuhkan luka dan meredakan sakit tenggorokan. Minyak padat (balm) yang terbuat dari getah tanaman marshmallow sering digunakan untuk mengobati sakit gigi dan luka akibat sengatan lebah. Abad-abad berikutnya ditemukan lebih banyak lagi jenis obat yang bisa dibuat dari tanaman marshmallow : dokter dari Arab membuat obat berbentuk cairan kental dari daun muda marshmallow yang digunakan sebagai obat radang. Bangsa Romawi menemukan bahwa marshmallow bekerja dengan baik sebagai pencahar, sementara banyak peradaban lain yang menyatakan bahwa marshmallow mempunyai efek buruk untuk libido. Pada Abad Pertengahan, marshmallow digunakan untuk mengobati semua penyakit dari sakit perut hingga masuk angin dan insomnia (susah tidur).

Althaea officinalisMelanie Shaw via Flickr // CC BY-ND 2.0

Bangsa Mesir Kuno yang pertama kali membuat makanan manis (permen) dari tanaman marshmallow, ketika mereka mengkombinasikan getah marshmallow dengan kacang dan madu. Hidangan tersebut tidak seperti marshmallow yang kita kenal saat ini, dan disajikan hanya untuk kaum bangsawan. Diduga, dewa-dewa juga menjadi penggemar makanan tersebut.
Selama berabad-abad setelah itu, tanaman marshmallow hanya menjadi sumber makanan pada saat terjadi paceklik. Berbeda dengan permen marshmallow, tanaman marshmallow keras dan sangat pahit. Di abad ke-19 di Perancis, seorang pembuat manisan (permen) menggabungkan 2 hal unik dari tanaman marshmallow yaitu tanaman marshmallow sebagai tanaman obat dan tanaman marshmallow sebagai tanaman yang menghasilkan makanan lezat seperti yang dilakukan oleh masyarakat zaman Mesir kuno. Pâté de guimauve adalah makanan ringan yang kenyal dan lembut yang terbuat dari perasan akar marshmallow kering dicampur dengan gula, air, dan telur. Dijual sebagai makanan sehat dalam bentuk seperti ketupat dan batangan, guimauve dengan cepat dikenal banyak orang. Tapi ada satu masalah : pengeringan akar tanaman marshmallow dan mengubahnya menjadi makanan membutuhkan proses produksi yang memakan waktu satu sampai dua hari. Untuk mengurangi waktu produksi tersebut, pembuat permen menggunakan gelatin (olahan protein) untuk menggantikan ekstrak tanaman marshmallow.

Dengan proses produksi yang lebih efisien, marshmallow masuk ke AS pada akhir 1800-an. Segera setelah dikenal masyarakat AS, resep marshmallow dimodifikasi menjadi krim marshmallow (dimana, sesuai dengan semboyannya sebagai makanan kesehatan, krim marshmallow pernah diiklankan sebagai krim untuk mengurangi kerutan). Tahun 1927, buku panduan Girl Scouts (Pramuka Putri AS) memuat resep "Some More”. Dalam resep ini diinstruksikan untuk "memanggang dua marshmallow di atas bara hingga bagian luarnya berwarna coklat dan renyah namun bagian dalamnya lengket dan lembut  kemudian letakkan dua marshmallow tersebut di antara biscuit dan coklat batangan“. Some More kemudian disebut S’mores, dan menjadi tradisi api unggun Amerika sejak itu.

Lompatan berikutnya untuk marshmallow datang pada tahun 1950, ketika Alex Doumak mengembangkan proses yang disebut ekstrusi (extrusion, suatu proses yang mengkombinasikan beberapa proses meliputi pencampuran, pemasakan, pengadonan, penghancuran, pencetakan, dan pembentukan) yang memaksa campuran marshmallow mengalir melalui tabung logam, membentuknya menjadi tali panjang yang kemudian dipotong dengan ukuran yang sama. Proses ini menjadikan marshmallow berbentuk silinder dan mengandung lebih banyak udara yang membuatnya lunak tapi kokoh, seperti marshmallow yang kita kenal. Kraft mengeluarkan tagline "Jet Puffed” untuk produksi marshmallow-nya. Jet Puffed adalah simulasi pesawat ulang alik yang dibuat oleh Aerojet untuk Kraft. Saat itu Kraft membuat undian berhadiah dimana pemenangnya dapat menikmati keseruan didalam kabin pesawat ulang alik.

Berkat keajaiban dalam industri makanan, dewasa ini, Amerika mengkonsumsi lebih dari 40 juta kg marshmallow setiap tahun. Produsen makanan membuat marshmallow dari gelatin dan pemanis buatan. Anda juga dapat membuat marshmallow sendiri dari campuran sirup jagung, gula pasir, agar-agar, dan beberapa bahan lainnya.

Jika Anda punya waktu dan peralatan yang tepat, Anda bahkan dapat membuat marshmallow dengan cara yang sangat kuno, menggunakan akar marshmallow. Langkah pertama : "Pastikan akar marshmallow tidak berjamur atau terlalu berkayu." Semoga beruntung !

1 komentar: