Selasa, 02 Mei 2017

Orang yang membuat Jogging menjadi “sesuatu”

Sekitar tahun 1950-an, Jerry Morris menunjukkan untuk yang pertama kali bahwa terlalu lama duduk tidak baik untuk jantung kita. 


Sekitar 10 tahun setelah dia memulai mempelajari penyebab serangan jantung, Jerry Morris mulai melakukan jog (lari pelan). “Saya adalah orang pertama yang melakukan olah raga lari di taman Hampstead Heath, tahun 1960”, kemudian pada The Finacial Times dia mengatakan :

Setiap Minggu pagi, jika cuaca memungkinkan, aku melepas mantel dan kuserahkan pada anak laki-laki ku, aku melepas jaket dan kuserahkan pada anak perempuanku, kemudian aku berlari selama 20 menit. Orang mengira aku buah pisang”.

Morris telah menemukan sesuatu, meskipun, orang-orang yang skeptis masih belum mau mengakui : Orang yang berolahraga - secara rutin, penuh semangat – kemungkinan kecil mendapat serangan jantung daripada orang yang menghabiskan hari-hari mereka tanpa “bergerak”.

Pada pelatihan medis yang diikutinya, dari awal Morris telah tertarik pada perbedaan tingkat kesehatan dan penyebabnya. Tahun 1949, dia kembali ke Inggris setelah bertugas di India sebagai seorang letnan kolonel, ia kemudian mengalihkan perhatiannya pada penyakit jantung koroner. Jumlah orang yang meninggal karena penyakit jantung semakin meningkat dan tidak ada seorangpun yang tahu penyebabnya.

Morris menduga bahwa mungkin perlu diubah cara orang bekerja. Penyakit jantung menyerang usia paruh baya – lebih banyak pria daripada wanita - dan angka statistik dari pemerintah menunjukkan bahwa pekerjaan dapat memicu penyakit jantung.

Dia mulai mengumpulkan data pada 31.000 pria, usia 35-64, yang sama secara ekonomi dan gaya hidup, tetapi beda pada cara bekerja. Mereka semua bekerja pada transportasi umum, yaitu sebagai pengemudi dan kondektur bis tingkat. Kelompok pertama yang terdiri dari para pengemudi bis, menghabiskan sebagian besar hari-hari mereka dengan duduk di kursi supir. Kelompok lain yang terdiri dari para kondektur bis, menghabiskan waktu mereka berlari naik dan turun tangga bis, 500 – 750 anak tangga, setiap hari (pada pengamatannya, Tim Morris duduk di bus dan menghitung jumlah anak tangga yang dilalui kondektur).

Ketika ia membandingkan dua kelompok tersebut, terdapat perbedaan yang mencolok. Jumlah kondektur yang mendapat serangan jantung lebih sedikit, dan serangan yang datang tidak berakibat fatal. Morris kemudian melakukan pengecekan pada data ukuran celana (perusahaan transportasi London mempunyai data ukuran celana untuk membuat seragam pekerjanya) dan menemukan bahwa, pengemudi berperut buncit tidak selalu berkorelasi dengan kesehatan jantung mereka tapi lebih pada seberapa banyak mereka bergerak.

Pola yang sama tampak pada kelompok pekerja yang berbeda : pegawai pemerintah yang lebih banyak duduk di kursi mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mendapat serangan jantung daripada pekerja kantor pos yang harus berkeliling mengirim surat.

"Apakah jantung manusia menjadi bervariasi sesuai dengan jenis pekerjaan yang mereka lakukan ?" tulis Morris pada tahun 1958. Jawaban yang telah dia temukan adalah "Ya". Itu menjadi pertama kalinya bagi dokter menyebutkan bahwa aktifitas fisik dapat mempengaruhi kesehatan.

Dia juga melakukan penelitian pada 18.000 pria yang melakukan “gerakan-gerakan” di luar pekerjaan dimana mereka diharuskan untuk selalu duduk selama bekerja. Di sini juga ada kecenderungan mencolok : Mereka yang melakukan beberapa latihan yang cukup serius (seperti bersepeda, berenang, bermain sepak bola) mempunyai jantung yang lebih sehat dibanding pria yang menghabiskan waktu dengan bersantai-santai.

Jadi, Morris mulai melakukan jogging, dan menunjukkan pada dunia pekerja yang terikat pada meja kerjanya untuk mencobanya. Beberapa tahun sebelum dia meninggal, hanya beberapa bulan dia jogging sendirian kemudian 100 orang mengikutinya, setiap hari dia berenang atau jogging selama 30 menit. Setelah itu, lebih banyak lagi orang yang melakukan jogging sepertinya.



1 komentar: